Anggaran Rumah Tangga

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

BAB I

WAKTU DAN LAMBANG

Pasal 1

Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah tanggal 14 Maret.

Pasal 2

  1. Lambang IMM sebagaimana tersebut dalam Anggaran Dasar pasal 6 adalah sebagai berikut dengan ukuran 1 berbanding 2,5.
  2. Penjelasan tentang lambang IMM di atur dalam pedoman organisasi.

 

BAB II

KEANGGOTAAN

Pasal 3

Anggota Biasa

  1. Yang dapat diterima menjadi anggota biasa adalah:
    1. Mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan di perguruan tinggi atau yang setingkat.
    2. Mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat 1 huruf (a) paling lambat 2 (dua) tahun setelah yudisium atau maksimal usia 30 tahun.
    3. Prosedur menjadi anggota biasa :
      1. Calon anggota harus mengikuti dan dinyatakan lulus pengkaderan Darul Arqam Dasar.
      2. Permintaan  menjadi  anggota biasa  diajukan secara  tertulis  oleh Pimpinan Komisariat kepada Dewan Pimpinan Daerah.
      3. Apabila permintaan menjadi anggota diterima, kepadanya diberikan Kartu Tanda Anggota oleh Dewan Pimpinan Daerah atas nama DPP IMM.
      4. Bentuk tanda anggota ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat.
      5. Setiap 6 (enam) bulan sekali DPD melaporkan database keanggotaan kepada Dewan Pimpinan Pusat.
      6. Bagi  Calon  Anggota  yang  berasal  dari  Organisasi  Otonom  Muhammadiyah,  syarat keanggotaan diatur oleh Peraturan Khusus yang dibuat oleh DPP.

Anggota IMM tidak boleh merangkap pada organisasi ekstra kampus yang sejenis

Pasal 4

Anggota Luar Biasa

  1. Anggota  luar  biasa  adalah  alumni  IMM  yang  telah  memenuhi  kriteria  seperti  anggota  biasa sebagaimana pasal 3 dan mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah.
  2. Anggota luar biasa atas usulan pimpinan cabang dan ditetapkan oleh DPD.

Pasal 5

Anggota Kehormatan

  1. Anggota kehormatan adalah  orang yang  berasal dari luar kalangan  IMM yang  telah memberikan kontribusi luar biasa pada ikatan.
  2. Anggota kehormatan dapat diusulkan oleh pimpinan IMM pada tingkat dimana yang bersangkutan berada setelah dipertimbangkan dan ditetapkan DPP IMM.

Pasal 6

Hak dan Kewajiban

  1. Anggota biasa berhak menyatakan pendapat, suara, memilih dan dipilih.
  2. Kewajiban anggota biasa adalah:
    1. Mempelajari dan mengamalkan kepribadian dan khittah perjuangan Muhammadiyah.
    2. Menjadi tauladan utama bagi mahasiswa.
    3. Tunduk  dan  taat  kepada  keputusan  organisasi,  peraturan-peraturan  dan  menjaga  nama  baik IMM.
    4. Turut melaksanakan dan mendukung usaha-usaha organisasi.
    5. Membayar iuran anggota yang besarnya ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat.

Pasal 7

Pemberhentian Anggota

Keanggotaan berhenti karena:

  1. Meninggal dunia.
  2. Permintaan sendiri.
  3. Keputusan  Dewan Pimpinan  Daerah  atas  usulan  Pimpinan  Cabang  karena  pelanggaran  terhadap aturan dan ketentuan organisasi.
  4. Keputusan Dewan  Pimpinan Daerah tentang  pemberhentian  anggota  sesuai  pasal  7 ayat 3  hanya dapat dilaksanakan setelah :
    1. Diadakan penelitian oleh Pimpinan Cabang;
    2. Diberikan peringatan oleh Pimpinan Cabang secara tertulis;
    3. Dilakukan  skorsing  oleh  Pimpinan  Cabang,  apabila  peringatan  tersebut  pada  pasal  7  ayat 4 huruf (b) tidak diindahkan;
    4. Anggota  yang  diberhentikan  oleh Dewan  Pimpinan  Daerah diberi kesempatan  membela  diri dalam musyawarah yang diadakan oleh Dewan Pimpinan Daerah.

 

BAB III

SUSUNAN ORGANISASI

Pasal 8

Komisariat

  1. Pembentukan  dan  pengesahan  serta  ketentuan  luas  teritorial  komisariat  ditetapkan  dengan  surat keputusan Dewan Pimpinan Daerah atas usul Pimpinan Cabang yang bersangkutan.
  2. Komisariat berkewajiban melaksanakan usaha-usaha organisasi untuk menghimpun, membina dan meningkatkan  kualitas  serta  menyalurkan  bakat  dan  minat  anggotanya  untuk  kepentingan organisasi.

Pasal 9

Cabang

  1. Cabang dibentuk oleh Dewan Pimpinan Pusat, terdiri dari sekurang kurangnya 3 (dua) komisariat yang telah disahkan.
  2. Pembentukan  dan  pengesahan  serta  ketentuan  luas  teritorial  cabang  ditetapkan  dengan  surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat atas usul Dewan Pimpinan Daerah yang bersangkutan.
  3. Pimpinan  Cabang  dapat  membentuk Koordinator  Komisariat  (KORKOM)   dengan  mengadakan rapat pleno yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) unsur pimpinan cabang dan 2 (dua) orang perwakilan pimpinan komisariat.

Pasal 10

Daerah

  1. Daerah dapat dibentuk oleh Dewan Pimpinan Pusat terdiri dari sekurang kurangnya 3 (tiga) cabang yang telah disahkan.
  2. Pembentukan  dan  pengesahan  serta  ketentuan  luas  teritorial  daerah  ditetapkan  dengan  surat keputusan  Dewan  Pimpinan  Pusat  atas  usul  Musyawarah  Daerah  dan  setelah  mendengar pertimbangan calon Dewan Pimpinan Daerah yang bersangkutan.

 

BAB IV

PIMPINAN

Pasal 11

Syarat-syarat Pimpinan.

Syarat-syarat untuk dapat dicalonkan dan dipilih sebagai Pimpinan Ikatan:

  1. Syarat Umum
    1. Telah menjadi anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
    2. Setia kepada asas, tujuan dan perjuangan ikatan dan persyarikatan.
    3. Taat kepada garis kebijaksanaan pimpinan ikatan dan pimpinan persyarikatan.
    4. Mampu membaca Al-Qur’an secara tartil.
    5. Mampu dan cakap melaksanakan tugas.
    6. Dapat  menjadi  tauladan  utama  dalam  organisasi  terutama  dalam  bidang  akhlaq  dan beribadahnya.
    7. Tidak merangkap dengan pimpinan atau anggota partai dan, tawaran atau organisasi politik.
    8. Berpengalaman  dalam  memimpin  ikatan  setingkat  di  bawahnya,  kecuali  untuk  Pimpinan Komisariat.
    9. Bersedia berdomisili di kota, dimana sekretariat berkedudukan jika terpilih menjadi pimpinan.
    10. Syarat-syarat khusus bagi Dewan Pimpinan Pusat
      1. Telah menjadi anggota biasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.
      2. Telah lulus pengkaderan Darul Arqam Paripurna.
      3. Syarat-syarat khusus bagi Dewan Pimpinan Daerah.
        1. Telah menjadi anggota biasa sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
        2. Telah lulus pengkaderan Darul Arqam Madya.
        3. Syarat-syarat khusus bagi Pimpinan Cabang.
          1. Telah menjadi anggota biasa sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.
          2. Telah lulus pengkaderan DAM.
          3. Syarat-syarat khusus bagi Pimpinan Komisariat.
            1. Telah menjadi anggota biasa sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan.
            2. Telah lulus pengkaderan DAD.

Pasal 12

Pemberhentian Pimpinan

Berhentinya pimpinan karena :

  1. Berakhirnya status masa jabatan.
  2. Berhalangan tetap.
  3. Permintaan sendiri.
  4. Melanggar konstitusi ikatan dan persyarikatan.

Pasal 13

Dewan Pimpinan Pusat

  1. Dewan Pimpinan Pusat disusun oleh formatur yang dipilih oleh Muktamar.
  2. Dewan Pimpinan Pusat memimpin organisasi, mentanfidzkan keputusan serta mengawasi pelaksanaannya.
  3. Untuk  melaksanakan  pekerjaan  sehari-hari  yang  bersifat  administratif,  Dewan  Pimpinan  Pusat mengangkat Sekretaris Eksekutif.
  4. Untuk  melaksanakan  tugas  dan  kewajibannya  Dewan  Pimpinan  Pusat  dapat  membentuk  Badan Pimpinan yang diserahi tugas dan menyelenggarakan pekerjaan khusus.
  5. Struktur Dewan Pimpinan Pusat terdiri dari 1 (satu) orang Ketua Umum, 1 (satu) orang Sekretaris Jenderal, 1 (satu) orang Bendahara Umum, 10 (sepuluh) orang Ketua bidang, 10  (sepuluh) orang sekretaris bidang dan 3 (tiga) orang bendahara.

Pasal 14

Dewan Pimpinan Daerah

  1. Dewan  Pimpinan  Daerah  disusun  oleh  formatur  yang  dipilih  oleh  Musyawar ah  Daerah  dan disahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat.
  2. Dewan Pimpinan Daerah adalah wakil Dewan Pimpinan Pusat di daerahnya.
  3. Dewan  Pimpinan  Daerah  dapat  membentuk  Badan  pimpinan  sesuai  dengan  ketentuan  dan peraturan yang berlaku.
  4. Dewan  Pimpinan  Daerah  harus  memberikan  laporan  kepada  Dewan  Pimpinan  Pusat  sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali dan atau apabila ada hal-hal yang dianggap perlu.
  5. Struktur Dewan Pimpinan Daerah terdiri dari 1 (satu) orang ketua umum, 1 (satu) orang Sekretaris umum,  1  (satu)  orang  bendahara  umum,  10  (sepuluh)  orang  ketua  bidang,  10  (sepuluh)  orang sekretaris bidang dan 3 (tiga) orang wakil bendahara.
  6. Dalam keadaan tertentu Struktur Dewan Pimpinan Daerah sekurang-kurangnya terdiri dari 13 (tiga belas) orang Badan Pimpinan Harian.

Pasal 15

Pimpinan Cabang

  1. Pimpinan Cabang disusun oleh formatur yang dipilih oleh Musyawarah Cabang dan disahkan oleh Dewan Pimpinan Daerah.
  2. Pimpinan  Cabang  memberikan  laporan  kepada  Dewan  Pimpinan  Daerah  sekurang-kurangnya  6 (enam) bulan dan atau apabila ada hal-hal yang dianggap perlu.
  3. Struktur Pimpinan Cabang terdiri dari 1 (satu) orang ketua umum, 1 (satu) orang sekretaris umum, 1 (satu)  orang bendahara umum,  10 (sepuluh)  orang ketua  bidang,  10 (sepuluh) orang  sekretaris bidang dan 3 (tiga) orang wakil bendahara.
  4. Dalam keadaan tertentu struktur Pimpinan Cabang sekurang-kurangnya terdiri dari 13 (tiga belas)  orang Badan Pimpinan Harian.

Pasal 16

Pimpinan Komisariat

  1. Pimpinan  Komisariat  disusun  oleh  formatur  yang  dipilih  oleh  Musyawarah  Komisariat  dan disahkan oleh Pimpinan Cabang.
  2. Pimpinan  Komisariat  memberikan  laporan  kepada  Pimpinan  Komisariat  sekurang-kurangnya  3 (tiga) bulan sekali dan atau apabila ada hal hal yang dipandang perlu.
  3. Struktur  Pimpinan  Komisariat  terdiri  dari  1  (satu)  orang  ketua  umum,  1  (satu)  orang  sekretaris umum,  1  (satu)  orang  bendahara  umum,  (sembilan)  orang  ketua  bidang,  10  (sepuluh)  orang sekretaris bidang dan 3 (tiga) orang wakil bendahara.
  4. Dalam  keadaan  tertentu  struktur  Pimpinan  Komisariat  sekurang-kurangnya  terdiri  dari  13 (tigabelas) orang Badan Pimpinan Harian.

Pasal 17

Unsur Pembantu Pimpinan

  1. Unsur Pembantu Pimpinan terdiri dari Lembaga Semi Otonom (LSO) dan Lembaga Otonom (LO).
  2. Lembaga Semi Otonom adalah Unsur Pembantu Pimpinan yang menjalankan sebagian tugas pokok IMM.
  3. Lembaga Otonom adalah Unsur Pembantu Pimpinan yang menjalankan tugas pendukung IMM.
  4. Unsur Pembantu Pimpinan dibentuk dan sahkan oleh pimpinan yang bersangkutan.
  5. Ketentuan  tentang  pembentukan  dan  tugas  Unsur  Pembantu  Pimpinan  diatur  dalam  Peraturan Organisasi.

Pasal 18

Pemilihan Pimpinan

  1. Pemilihan dilakukan secara langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil.
  2. Pelaksanaan pemilihan pimpinan dilakukan oleh Panitia Pemilihan yang  dibentuk dan ditetapkan oleh pimpinan masing-masing tingkatan bersama pimpinan dibawahnya melalui rapat pleno untuk satu kali pemilihan.
  3. Pelaksanaan pemilihan pimpinan diatur berdasarkan tata tertib pemilihan pimpinan yang ditetapkan oleh Tanwir dan telah ditanfidzkan oleh Dewan Pimpinan Pusat

Pasal 19

Pergantian dan Perubahan Pimpinan

  1. Pimpinan IMM  yang  telah  habis masa  jabatannya  tetap  menjalankan tuga snya  sampai dilakukan serah terima jabatan dengan pimpinan yang baru.
  2. Dalam satu masa jabatan, dapat dilakukan perubahan pimpinan.
  3. Perubahan pimpinan diatur dalam peraturan khusus yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat.
  4. Setiap pergantian dan perubahan pimpinan IMM harus menjamin adanya peningkatan efisiensi dan efektifitas jalannya kepemimpinan.

 

BAB V

PERMUSYAWARATAN

Pasal 20

Muktamar

  1. Muktamar dilaksanakan oleh dan atas tanggung jawab Dewan Pimpinan Pusat.
  2. Muktamar dihadiri oleh :
    1. Peserta

1)      Badan Pimpinan Harian Dewan Pimpinan Pusat.

2)      Wakil Dewan Pimpinan Daerah masing-masing 4 (empat) orang.

3)      Wakil Pimpinan Cabang masing-masing 2 (dua) orang.

  1. Peninjau

1)      Pimpinan  Pusat  Muhammadiyah,  Pimpinan  Organisasi  Otonom  Muhammadiyah  Tingkat Pusat, masing-masing 2 (dua) orang.

2)      Mereka yang diundang oleh Dewan Pimpinan Pusat.

  1. Peserta  Muktamar berhak  menyatakan pendapat, memilih dan dipilih  serta memiliki hak 1 (satu) suara, peninjau Muktamar berhak menyatakan pendapat.
  2. Ketentuan tentang waktu dan tempat pelaksanaan serta agenda Muktamar ditetapkan oleh Tanwir.
  3. Acara Pokok Muktamar :
    1. Laporan Dewan Pimpinan Pusat tentang :

1)      Kebijakan Dewan Pimpinan Pusat.

2)      Organisasi.

3)      Keuangan.

4)      Pelaksanaan keputusan Muktamar/Tanwir.

  1. Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
  2. Penyusunan  Garis-garis  Besar  Haluan  Organisasi,  Garis-garis  Besar  Haluan  Kerja,  dan Program Kerja.
  3. Pemilihan Ketua Umum dan Formatur Dewan Pimpinan Pusat.
  4. Masalah-masalah umum IMM yang bersifat urgen.
  5. Rekomendasi.
  6. Ketentuan  tentang  tata  tertib  Muktamar  dibuat  oleh  Dewan  Pimpinan  Pusat  dan  disahkan  oleh Muktamar.
  7. Pada waktu berlangsungnya Muktamar dapat diselenggarakan acara atau kegiatan pendukung yang tidak mengganggu jalannya Muktamar.
  8. Selambat-lambatnya sebulan setelah muktamar, Dewan Pimpinan Pusat harus menyampaikan hasil keputusan tentang acara pokok Muktamar kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendapat pengesahan.
  9. Apabila sampai satu bulan sesudah penyerahan hasil keputusan Muktamar belum ada jawaban dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka keputusan dianggap sah.

10.  Selambat-lambatnya  dua  bulan  setelah  Muktamar,  keputusan  Muktamar  harus  ditanfidzkan  oleh Dewan Pimpinan Pusat dan selanjutnya disosialisasikan ke Dewan Pimpinan Daerah se-Indonesia.

11.  Keputusan Muktamar tetap berlaku sampai diubah atau dibatalkan oleh Muktamar berikutnya.

Pasal 21

Tanwir

  1. Tanwir dilaksanakan oleh dan atas tanggung jawab Dewan Pimpinan Pusat.
  2. Tanwir dihadiri oleh :
    1. Peserta

1)      Badan Pimpinan Harian Dewan Pimpinan Pusat.

2)      Unsur Pembantu Pimpinan Tingkat Pusat yang jumlahnya ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat.

3)      Wakil Dewan Pimpinan Daerah masing masing 4 (empat) orang.

  1. Peninjau

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah Tingkat Pusat, masing-masing 1 (satu) orang.

  1. Acara Pokok Tanwir :
    1. Laporan  kebijakan  Dewan  Pimpinan  Pusat  dalam  memimpin  dan  melaksanakan  keputusan Muktamar.
    2. Masalah-masalah  mengenai  kepentingan  umum  organisasi  yang  tidak  dapat  ditangguhkan sampai berlangsungnya Muktamar.
    3. Mempersiapkan tempat dan acara yang akan datang.
    4. Ketentuan tentang tata tertib Tanwir dibuat oleh Dewan Pimpinan Pusat dan disahkan oleh Tanwir.
    5. Pada  waktu  berlangsungnya Tanwir  dapat  diselenggarakan acara  atau  kegiatan  pendukung  yang tidak mengganggu jalannya Tanwir.
    6. Selambat-lambatnya  sebulan  setelah  Tanwir,  Dewan  Pimpinan  Pusat harus  menyampaikan  hasil Keputusan Tanwir kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendapatkan pengesahan.
    7. Apabila sampai  satu  bulan  sesudah  penyerahan hasil  keputusan  Tanwir belum  ada  jawaban  dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka keputusan dianggap sah.
    8. Selambat-lambatnya  2  (dua)  bulan  setelah  Tanwir,  keputusan  Tanwir  harus  ditanfidzkan    oleh Dewan Pimpinan Pusat dan selanjutnya disosialisasi ke Dewan Pimpinan Daerah se-Indonesia.
    9. Keputusan  Tanwir  mulai  berlaku  setelah  ditanfidzkan  oleh  Dewan  Pimpinan  Pusat  dan  tetap berlaku sampai diubah atau dibatalkan oleh Tanwir atau Muktamar kemudian.

Pasal 22

Musyawarah Daerah

  1. Musyawarah  Daerah,  disingkat  Musyda    dilaksanakan  oleh  dan  atas  tanggung  jawab  Dewan Pimpinan Daerah.
  2. Musyawarah Daerah  dihadiri oleh :
    1. Peserta

1)      Badan Pimpinan Harian Dewan Pimpinan Daerah.

2)      Wakil Pimpinan Cabang masing-masing 4 (empat) orang.

3)      Wakil Pimpinan Komisariat masing-masing 2 (dua) orang.

4)      Wakil Dewan Pimpinan Pusat 1 (satu) orang.

  1. Peninjau

1)      Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah Tingkat Propinsi, masing-masing 2 (dua) orang.

2)      Mereka yang diundang oleh Dewan Pimpinan Daerah.

  1. Peserta  Musyda  berhak  menyatakan  pendapat,  memilih  dan  dipilih  serta  memiliki  hak  1  (satu) suara. Peninjau Musyda berhak menyatakan pendapat.
  2. Ketentuan  tentang  waktu  dan  tempat  pelaksanaan  serta  agenda  Musyda  ditetapkan  oleh  Rapat Pleno diperluas Dewan Pimpinan Daerah.
  3. Acara Pokok Musyawarah Daerah :
    1. Laporan Dewan Pimpinan Daerah tentang :

1)      Kebijakan Dewan Pimpinan Daerah.

2)      Organisasi.

3)      Keuangan.

4)      Pelaksanaan  keputusan  Muktamar,  Tanwir,  Musyawarah  Daerah  serta  Instruksi  dan ketentuan Dewan Pimpinan Pusat.

  1. Penyusunan program IMM periode berikutnya.
  2. Pemilihan Ketua Umum dan Formatur Dewan Pimpinan Daerah.
    1. Masalah-masalah umum IMM yang bersifat urgen dalam daerah.
    2. Rekomendasi.
    3. Ketentuan  tentang  tata  tertib  Musyda  dibuat  oleh  Dewan  Pimpinan  Daerah  dan  disahkan  oleh Musyawarah Daerah.
    4. Pada waktu berlangsungnya Musyda dapat diselenggarakan acara atau  kegiatan  pendukung yang tidak mengganggu jalannya Musyda.
    5. Selambat-lambatnya sebulan setelah Musyda, Dewan Pimpinan Daerah harus menyampaikan hasil keputusan  tentang  acara  pokok  Musyda  kepada  Dewan  Pimpinan  Pusat  untuk  mendapat pengesahan.
    6. Apabila sampai  1 (satu) bulan  sesudah penyerahan hasil  keputusan  Musyda  belum  ada  jawaban dari Dewan Pimpinan Pusat, maka keputusan dianggap sah.

10.  Selambat-lambatnya  2  (dua)  bulan  setelah  Musyda,  keputusan  Musyda  harus  ditanfidzkan  oleh Dewan  Pimpinan  Daerah  dan  selanjutnya  disosialisasikan  ke  Pimpinan  Cabang  di  tempatnya masing-masing.

11.  Keputusan Musyda tetap berlaku sampai diubah atau dibatalkan oleh Musyda berikutnya.

Pasal 23

Musyawarah Cabang

  1. Musyawarah  Cabang,  disingkat  Musycab  dilaksanakan  oleh  dan  atas  tanggung  jawab  Pimpinan Cabang.
  2. Musyawarah Cabang dihadiri oleh :
    1. Peserta

1)      Badan Pimpinan Harian (BPH) dan Unsur Pembantu Pimpinan Cabang.

2)      Wakil Pimpinan Komisariat masing-masing 4 (empat) orang.

3)      Wakil Dewan Pimpinan Daerah 1 (satu) orang.

  1. Peninjau

Pimpinan  Daerah  Muhammadiyah,  Pimpinan  Organisasi  Otonom  Muhammadiyah  Tingkat Kota/Kabupaten, masing-masing 2 (dua) orang diundang oleh pimpinan cabang.

  1. Peserta  Musycab  berhak menyatakan  pendapat,  memilih  dan  dipilih  serta  memiliki  hak 1 (satu) suara. Peninjau Musycab berhak menyatakan pendapat.
  2. Ketentuan  tentang  waktu  dan  tempat  pelaksanaan  serta  agenda  Musycab  ditetapkan  oleh  Rapat Pleno diperluas Pimpinan Cabang.
  3. Acara Pokok Musyawarah Cabang:
    1. Laporan Pimpinan Cabang tentang :
      1. Kebijakan Pimpinan Cabang.
      2. Organisasi.
      3. Keuangan.
      4. Pelaksanaan  keputusan  Muktamar,  Tanwir,  Musyawarah  Daerah,  Musyawarah  Cabang serta instruksi dan ketentuan Pimpinan di atasnya.
    2. Penyusunan program IMM periode berikutnya.
    3. Pemilihan Ketua Umum dan Formatur Pimpinan Cabang.
    4. Masalah-masalah umum IMM yang bersifat urgen dalam Cabang.
    5. Rekomendasi.
    6. Ketentuan tentang tata tertib Musycab dibuat oleh Pimpinan Cabang dan disahkan oleh Musycab.
    7. Pada waktu berlangsungnya Musycab dapat diselenggarakan acara atau kegiatan pendukung yang tidak mengganggu jalannya Musycab.
    8. Selambat-lambatnya  sebulan  setelah  Musycab,  Pimpinan  Cabang  harus  menyampaikan  hasil keputusan  tentang  acara  pokok  Musycab  kepada  Dewan  Pimpinan  Daerah  untuk  mendapat pengesahan.
    9. Apabila sampai 1 (satu) bulan sesudah penyerahan hasil keputusan Musycab belum ada jawaban dari Dewan Pimpinan Daerah, maka keputusan dianggap sah.

10.  Selambat-lambatnya 2  (dua) bulan setelah Musycab, keputusan Musycab harus ditanfidzkan oleh Pimpinan  Cabang  dan  selanjutnya  disosialisasikan  ke  Pimpinan  Komisariat  di  wilayah  masing-masing.

11.  Keputusan Musycab tetap berlaku sampai diubah atau dibatalkan oleh Musycab berikutnya.

Pasal 24

Musyawarah Komisariat

  1. Musyawarah  Komisariat,  disingkat  Musykom    dilaksanakan  oleh  dan  atas  tanggung  jawab Pimpinan Komisariat.
  2. Musyawarah Komisariat dihadiri oleh:
    1. Peserta

1)      BPH Pimpinan Komisariat.

2)      Seluruh Anggota Komisariat.

3)      Wakil Pimpinan Cabang 1 (satu) orang.

  1. Peninjau

Mereka yang diundang oleh Pimpinan Komisariat.

  1. Peserta  Musykom  berhak  menyatakan pendapat,  memilih dan  dipilih serta memiliki hak  1 (satu) suara. Peninjau Musykom berhak menyatakan pendapat.
  2. Ketentuan  tentang waktu dan tempat  pelaksanaan  serta agenda  Musykom  ditetapkan  oleh  Rapat Pleno Pimpinan Komisariat.
  3. Acara Pokok Musyawarah Komisariat:
    1. Laporan Pimpinan Komisariat tentang:
      1. Kebijakan Pimpinan Komisariat
      2. Organisasi
      3. Keuangan
      4. Pelaksanaan  keputusan  Muktamar,  Tanwir,  Musyawarah  Daerah,  Musyawarah  Cabang, Musyawarah Komisariat serta Instruksi dan ketentuan Pimpinan di atasnya.
      5. Penyusunan program IMM periode berikutnya.
      6. Pemilihan Ketua Umum dan Formatur Pimpinan Komisariat.
      7. Masalah-masalah umum IMM yang bersifat urgen dalam Komisariat.
      8. Rekomendasi.
      9. Ketentuan  tentang  tata  tertib  Musykom  dibuat  oleh  Pimpinan  Komisariat  dan  disahkan  oleh Musykom.
      10. Pada waktu berlangsungnya Musykom dapat diselenggarakan acara atau kegiatan pendukung yang tidak mengganggu jalannya Musykom.
        1. Selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah Musykom, Pimpinan Komisariat harus menyampaikan  hasil  keputusan  tentang  acara  pokok  Musykom  kepada  Pimpinan  Cabang  untuk mendapat pengesahan.
        2. Apabila sampai 15 (lima belas) sesudah penyerahan hasil keputusan Musykom belum ada jawaban dari Pimpinan Cabang, maka keputusan dianggap sah.

10.  Selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah Musykom, keputusan Musykom harus ditanfidzkan oleh Pimpinan Komisariat.

11.  Keputusan Musykom tetap berlaku sampai diubah atau dibatalkan oleh Musykom berikutnya.

Pasal 25

Keputusan Musyawarah

  1. Keputusan Permusyawaratan diusahakan diambil dengan musyawarah untuk mufakat.
  2. Apabila  keputusan  permusyawaratan  terpaksa  dilakukan  dengan  pemungutan  suara,  maka keputusan diambil dengan suara terbanyak mutlak, yaitu setengah lebih satu dari jumlah peserta yang memberikan hak suara.
  3. Pemungutan suara atas  seseorang atau masalah yang penting  dapat dilakukan secara  tertulis dan rahasia, atau secara langsung.
  4. Apabila  dalam  pemungutan  suara  terdapat  jumlah  suara  yang  sama  banyak,  maka  pemungutan suara  diulangi  dengan memberi  kesempatan  masing-masing  pihak  untuk  menambah  penjelasan. Apabila  setelah  tiga  kali  pemungutan  suara  ternyata  hasilnya  tetap  sama  atau  tidak  memenuhi syarat pengambilan  keputusan    pembicaraan  dihentikan  tanpa  suatu  keputusan,  atau diserahkan kepada  pimpinan  di  atasnya,  sedangkan  untuk  Muktamar  atau  Tanwir  diserahkan  kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
  5. Apabila  keputusan  telah  diambil, maka  seluruh  peserta musyawarah harus  menerima  keputusan tersebut  dengan ikhlas dan tetap bertawakal kepada Allah SWT.

 

BAB VI

LAPORAN

Pasal 26

Laporan

  1. Setiap  Pimpinan  berkewajiban  untuk  membuat  laporan  tentang  keadaan  IMM  yang  meliputi keorganisasian, gerakan, amal usaha, keuangan dan inventarisasi organisasi, termasuk pula laporan bidang atau lembaga khusus.
  2. Laporan seperti dimaksud pada ayat 1 disampaikan kepada pimpinan di atasnya, dengan ketentuan; bagi  Dewan  Pimpinan  Daerah  dan  Pimpinan  Cabang  setiap  6  (enam)  bulan,  sedangkan  bagi Pimpinan Cabang dan Komisariat setiap 3 (tiga) bulan.

 

BAB VII

KEUANGAN

Pasal 27

Keuangan

  1. Keperluan  IMM  secara  umum  dibiayai  bersama  oleh  Pimpinan  Komisariat,  Pimpinan  Cabang, Dewan Pimpinan Daerah, dan Dewan Pimpinan Pusat.
  2. Keperluan  pimpinan  IMM  setempat  dibiayai  oleh  Pimpinan  yang  bersangkutan  berdasarkan keputusan musyawarah masing-masing.
  3. Uang Pangkal dan Iuran Anggota besarnya ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat.
  4. Distribusi Uang Pangkal dan Iuran Anggota diatur sebagai berikut:
    1. 50% untuk Pimpinan Komisariat.
    2. 25% untuk Pimpinan Cabang.
    3. 15% untuk Dewan Pimpinan Daerah.
    4. 10% untuk Dewan Pimpinan Pusat.
    5. Untuk memeriksa keabsahan laporan keuangan dan harta kekayaan, diatur sebagai berikut:
      1. Pemeriksaan dilakukan oleh tim verifikasi yang dibentuk sebelum permusyawaratan.
      2. Tim verifikasi di bentuk dari perwakilan pimpinan dibawahnya atau tim independen.
      3. Ketentuan  tentang pemeriksaan  diatur  dengan  peraturan  khusus  yang ditetapkan  oleh Dewan Pimpinan Pusat.
      4. Hasil pemeriksaan dilaporkan dalam permusyawaratan.
      5. Pengelolaan/penarikan keuangan diatur dalam peraturan khusus yang dibuat oleh Dewan Pimpinan Pusat.

 

BAB VIII

PERATURAN KHUSUS DAN PEDOMAN KERJA

Pasal 28

Setiap pimpinan dapat membuat peraturan khusus dan pedoman kerja asal tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta peraturan yang dibuat pimpinan di atasnya.

 

BAB IX

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 29

Anggaran Rumah  Tangga ini  dapat  diubah  oleh  Muktamar  dan  atau Tanwir, dan perubahannya  sah apabila disetujui oleh sedikitnya 2/3 (dua pertiga) dari peserta Muktamar dan atau Tanwir yang hadir untuk membicarakan hal tersebut.

 

BAB X

KETENTUAN LAIN

Pasal 30

  1. Segala ketentuan  peraturan  yang  ada masih  tetap  berlaku  sebelum ada  ketentuan  atau  peraturan baru menurut Anggaran Rumah Tangga ini.
  2. IMM menggunakan tahun takwim, dimulai tanggal 1 Januari dan berakhir 31 Desember.
  3. Pedoman administrasi diatur oleh Dewan Pimpinan Pusat.

 

BAB XI

PENUTUP

Pasal 31

  1. Segala  peraturan  yang  bertentangan  dengan  peraturan  dalam  Anggaran  Rumah  Tangga  ini dinyatakan  tidak berlaku lagi.
  2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini diatur lebih lanjut dengan peraturan yang dibuat oleh Dewan Pimpinan Pusat.

Pasal 32

Anggaran Rumah Tangga ini menjadi pengganti Anggaran Rumah Tangga sebelumnya, dan telah disyahkan  oleh  Muktamar  XIV  di  Bandung  Barat,  Jawa  Barat  dan  Mulai  berlaku  sejak disahkannya oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Ditetapkan di                                 : Bandung Barat

Tanggal                                            : 23 April 2010 M

Bertepatan dengan tanggal     : 8 Jumadil Awal 1431 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s